Di Sanur, keyakinan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Setiap pagi Anda akan melihat sesajen kecil di depan pintu dan di trotoar, upacara di pura lingkungan, dan arak-arakan di jalan menuju pantai. Beberapa kebiasaan sederhana membantu Anda menunjukkan rasa hormat, dan warga sangat menghargainya.
Canang sari: sesajen sehari-hari
Canang sari adalah wadah kecil dari janur yang berisi bunga, sedikit makanan, dan sering kali sebatang dupa. Umat Hindu Bali menghaturkannya setiap hari di pelinggih, depan pintu, toko, bahkan di trotoar, sebagai ungkapan rasa syukur.
Berjalanlah memutari sesajen, jangan melangkahinya, dan jangan memindahkan atau mengambilnya. Kalau tidak sengaja menginjaknya, tidak apa-apa; cukup lebih berhati-hati setelahnya.

Pakaian untuk ke pura
Baik laki-laki maupun perempuan memakai kamben/sarung serta selendang yang diikat di pinggang saat masuk pura, dengan bahu tertutup. Banyak pura meminjamkan atau menyewakan sarung di pintu masuk, tetapi membawa sendiri juga mudah dan murah.
Kalau berencana ke pura atau menyaksikan upacara, kenakan pakaian yang bersih dan sopan.
Di dalam pura
Beberapa halaman dalam pura khusus untuk umat yang bersembahyang, jadi ikuti papan petunjuk dan arahan petugas pura. Jangan memanjat pelinggih atau tembok, jaga suara tetap pelan, dan hindari duduk atau berdiri lebih tinggi daripada pemangku (pendeta pura) atau sesajen.
Sesuai adat Bali, perempuan yang sedang haid diminta untuk tidak masuk pura, dan banyak pura memasang pemberitahuan ini di pintu masuk.
Upacara dan arak-arakan
Arak-arakan sering terlihat di Sanur, terutama pada hari suci. Lalu lintas akan berhenti saat arak-arakan lewat, jadi bersabarlah, beri jalan, dan jangan pernah menerobos di tengah barisan.
Memotret biasanya boleh dari jarak yang sopan dan tanpa flash. Minta izin sebelum memotret orang yang sedang sembahyang, dan simpan kamera Anda pada momen yang paling sakral.

Kebiasaan sehari-hari
Berikan dan terima barang dengan tangan kanan atau kedua tangan. Kepala dianggap suci, jadi jangan menyentuh kepala siapa pun, termasuk anak-anak. Kaki adalah bagian tubuh paling rendah, jadi jangan menaruhnya di atas meja atau kursi, dan hindari mengarahkannya ke orang lain atau ke pelinggih.
Pura Blanjong di Sanur
Di Sanur bagian selatan, Pura Blanjong menyimpan Prasasti Blanjong, prasasti berbentuk pilar bertarikh 914 Masehi yang dibuat atas perintah Raja Sri Kesari Warmadewa. Ditulis dalam bahasa Sanskerta dan Bali Kuno, inilah prasasti Bali pertama yang diketahui mencatat nama seorang raja, sehingga sudut Sanur yang tenang ini menjadi salah satu situs sejarah terpenting di Bali.
Berkunjunglah dengan sopan, memakai sarung dan selendang, dan ingat bahwa pura ini masih aktif digunakan untuk sembahyang.
Hari-hari padat upacara
Saat Galungan dan Kuningan, yang datang setiap 210 hari, setiap jalan dihiasi penjor yang menjulang tinggi, dan sesajen pun lebih banyak saat purnama dan tilem. Hari-hari ini indah untuk dinikmati di Sanur; hanya saja, arak-arakan akan lebih sering, jadi sisihkan sedikit waktu ekstra untuk perjalanan.
Adat bisa berbeda dari satu pura ke pura lain, dan dari satu desa ke desa lain. Kalau ragu, tanyakan kepada petugas pura atau pemandu lokal.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya perlu memakai sarung untuk masuk pura di Bali?
Ya. Laki-laki dan perempuan memakai sarung dan selendang dengan bahu tertutup. Banyak pura meminjamkan atau menyewakannya di pintu masuk.
Apakah menginjak sesajen dianggap tidak sopan?
Usahakan berjalan memutari sesajen, jangan melangkahinya, dan jangan memindahkannya. Kalau tidak sengaja terinjak, tidak apa-apa.
Bolehkah saya memotret upacara?
Biasanya boleh, dari jarak yang sopan dan tanpa flash. Minta izin sebelum memotret orang yang sedang sembahyang.
Bolehkah saya mengunjungi Pura Blanjong di Sanur?
Boleh. Kenakan sarung dan selendang dengan sopan, dan ingat bahwa pura ini masih aktif digunakan.
Panduan Sanur lainnya
Perawatan lainnya
Temukan kami di Sanur
Jalan Batur Sari No. 61A, Sanur, Denpasar Selatan, Bali
Petunjuk arah di Google Maps →Buka setiap hari 09.00–21.00 · janji temu terakhir pukul 19.30












